Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Kunjungan Wisatawan Asing ke Batam Ditargetkan 1.2 Juta pada 2012

BATAM – Pemerintah Kota Batam menargetkan jumlah kunjungan wisatawan 1,2 juta orang pada tahun 2012 ini, naik 4 persen dibanding realisasi 2011 yang 1.161.582. Untuk itu sejumlah objek wisata potensial akan dibenahi dan juga telah dipersiapan agenda wisata berskala nasional dan internasional serta .

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, Pemerintah Kota Batam menargetkan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini lebih tinggi dibanding realiasi 2011, sebab capaian di tahun 2011 ternyata juga lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Untuk tahun 2012 jumlah kunjungan wisatawan asing ditargetkan 1,2 juta orang naik sekitar 4 persen disbanding realisasi 2011 yang 1.161.582 orang.

"Kami bekerjasama dengan institusi pariwisata dari Singapura dan Malaysia sehingga setiap kunjungan wisatawan asing ke negara itu diharapkan juga bisa berkunjung ke Batam. Tahun lalu saja sebanyak 40 juta wisatawan asing berkunjung ke negara tersebut sehingga jika 10 persen nya saja bisa datang ke Batam berarti sudah bisa diraih 4 juta orang,” katanya, akhir pekan lalu.

Untuk menarik wisatawan asing datang ke Batam, maka sejumlah obyek wisata andalan akan dibenahi dan dilengkapi infrastrukturnya, seperti obyek wisata laut di sejumlah pulau, resort dan wisata pantai. Kemudian, obyek wisata sejarah seperti di Pulau Galang juga akan dibenahi. Selain itu, Pemko Batam juga bekerjasama dengan pihak swasta mengadakan sejumlah event pariwisata berskala nasional serta internasional seperti sea eagle boat dan lainya.

Terkait dengan jumlah kunjungan wisatawan tahun 2011, Yusfa mengatakan realisasinya mencapai 1.161.582 orang atau naik sebanyak 154.136 orang dari realiasi 2010 yang sebanyak 1.007.446 orang. Dari jumlah itu, wisman (wisatawan mancanegara) laki-laki mendominasi yakni sebesar 68,74 persen. Jika berdasarkan usia wisman, maka yang paling banyak berkunjung adalah wisman usia antara 25-34 tahun yakni sebesar 39,36 persen. Usia lainnya, di bawah 24 tahun sebesar 17,80 persen, antara 35-44 tahun sebesar 22,14 persen.

Jika dilihat dari frekuensi kedatangan, sebesar 69 persen merupakan wisman yang sudah pernah datang dan sisanya adalah wisman yang baru pertama kali berkunjung ke Batam. Untuk kategori travel arrangement, datang sendiri sebebsar 81 persen dan sisanya merupakan wisman paket.

“Wisman dengan tujuan holiday mencapai 79,74 persen, untuk bisnis sebebsar 9,55 persen, visit friend sebesar 5,93 persen, dan convention sebesar 2,32 persen,” kata Yusfa.

Sementara kategori pekerjaan, profesional mendominasi dengan 35 persen, administrasi 23,59 persen, sales atau tecnical 16,21 persen dan pelajar sebesar 13,17 persen.

Untuk meningkatkan pariwasata Batam, selain menggelar sejumlah kegiatan dan memperbaiki obyek wisata andalan. Pemko Batam juga bersama stakholder dan instansi terkait lainnya akan membuka peluang-peluang wisata baru di Batam. Itu perlu dilakukan agar semakin banyak orang asing yang datang ke Batam sehingga pariwisata bisa menjadi industry yang menguntungkan. Dari sisi pendapatan, sektor pariwisata memberikan PAD 71 miliar rupiah pada tahun 2011, yang diperoleh dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan.

“Sektor pariwisata member kontribusi sekitar 27 persen terhadap PAD atau pendapatan asli daerah. Hal itu menunjukkan bahwa sektor pariwisata sangat penting dalam mendongkrak PAD," kata Yusfa.

Sementara itu, Direktur Pusat Layanan Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan jumlah kunjungan wisatan asing ke Batam selalu fluktuatif setiap tahunnya, dan tertinggi pada tahun 2004 sebanyak 1,527 juta orang, dan terendah pada tahun 2009 sebanyak 951.384 orang.
Sementara itu, penerimaan devisa dari wisatawan asing pada tahun 2007 sebesar 305 juta dollar AS, tahun 2008 sebesar 367 juta dollar AS, tahun 2009 sebesar 268 juta dollar AS dan tahun 2010 sebesar 354 juta dollar AS. (gus).

Minggu, 08 Januari 2012

Kunjungan Turis Asing ke Kepri 2011 Diprediksi Melebihi Target

BATAM – Kunjungan turis asing ke Provinsi Kepulauan Riau dari Januari hingga Nopember 2011 sebanyak 1,52 juta orang dan hingga akhir tahun diprediksi mencapai 1,7 juta wisatawan sehingga target 1,6 juta wisatawan di 2011 diperkirakan terlampaui.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti mengatakan, sejak Januari hingga November 2011 lalu, tercatat jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Kepri sebanyak 1.522.443 orang. Jumlah itu naik 12,37 persen dibanding periode sama tahun lalu yang 1.354.846 wisatawan dan jika dibanding Oktober 2011 naik 4,72 persen.

“Pada Oktober 2011, jumlah turis asing ke Kepri tercatat 137.920 sedangkan pada November naik menjadi 144.426 orang, dan pada Desember diperkirakan lebih tinggi lagi karena banyak wisatawan yang menghabiskan waktu liburnya ke Kepri seperti Batam dan Lagoi,” katanya, Selasa (3/1).

Sebagian besar turis asing yang datang ke Kepri banyak yang mengunjungi Batam yakni sekitar 60 persen, kemudian disusul Bintan dan Karimun. Sedangkan asal negara yang paling banyak masih berasal dari Singapura kemudian Malaysia, Jepang, China, Eropa dan Amerika Serikat. Kemudian lama berkunjung rata rata sekitar 2 sampai 3 hari.

Guntur mengatakan, pemerintah daerah berupaya meningkatkan lama kunjungan wisatawan asing ke Kepri dengan cara membuat berbagai kegiatan dan membangun sejumlah infrastruktur di sejumlah obyek wisata andalan. Pasalnya, banyak obyek wisata menarik di Kepri yang belum dikelola secara professional dan belum tersedia infrastruktur sehingga sulit diakses oleh wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri menambahkan, telah menyiapkan beberapa kegiatan antara lain Batam Seafood Festival, Kenduri Seni Melayu, dan beberapa acara besar hingga 31 Desember tahun 2012 agar target kunjungan tercapai.

Batam menurutnya merupakan daerah andalan di kepri berkontribusi paling besar terhadap jumlah kunjungan turis asing. Untuk itu, sejumlah paket wisata dan infrastruktur terus dibangun agar wisatawan mau mengunjungi Batam. Kondisi itu menyebabkan industri pariwisata Batam mulai menunjukkan performa yang semakin kuat selama tahun 2011 yang terlihat dari naiknya jumlah kunjungan turis asing.

Kunjungan turis asing ke Batam selama periode Januari-November saja sudah mencapai 1.031 juta orang, sehingga target 1.15 juta orang hingga akhir tahun 2011 diperkirakan dapat tercapai. Sebagian besar atau sekitar 60 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Batam berasal dari Singapura kemudian Malaysia sebesar 13 persen.

“Kebanyakan warga Singapura berkunjung ke Batam untuk mengisi liburan dengan bermain golf, menikmati spa, dan berburu kuliner,” katanya.
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam tahun 2012 ini, pemerintah daerah bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif (Kemenparekraf) dengan menggelar even pariwisata mulai dari Batam Great Sale, Asean Jazz Festival, Tabligh Akbar, Festival Vegetarian, Dipavali, Hollyday Night in Batam, Batam Seafood Festival, Sea Eagle Boat Race, dan acara budaya lainnya.

Sementara itu, Kabid Promosi, Investasi, Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPIPPT) Kabupaten Bintan, Dahsyat Gafnesia mengatakan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri pihaknya akan fakus melakukan promosi ke sejumlah negara potensial seperti vietnam. Untuk itu, pada September 2012 nanti akan dilakukan ekspos pariwisata di Ho Chi Minh City, Vietnam.

"Rencanya Pemkab Bintan akan menggelar ekspos pariwisata kepada travel-travel agent yang ada di Ho Chi Minh, untuk itu kami difasilitasi KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Hanoi," katanya.

Menurutnya, Vietnam merupakan salah satu negara yang sedang berkembang pesat saat ini, oleh karenanya minat wisatawan asal vietnam untuk ke luar negeri cukup tinggi seiring dengan tumbuhnya kehidupan sosial di negara Vietnam. Hal ini bisa dilihat dari semakin tingginya kunjungan wisman asal Vietnam ke Singapura tiap tahun. (gus).

Kunjungan Warga Singapura ke Batam Melonjak Jelang Pergantian Tahun



BATAM – Aktivitas lalu lintas penumpang di tiga pelabuhan ferry internasional Batam tujuan Singapura dan Malaysia melonjak sejak 26 Desember dan diperkirakan berakhir 2 Januari 2012, seiring banyaknya warga Singapura dan Malaysia yang akan merayakan pergantian tahun di Batam dan begitupun sebaliknya banyak warga Batam yang merayakan pergantian tahun di Singapura dan Malaysia.

Kepala Satuan Kerja Pelabuhan Ferry Batam Center, Mangasi Panjaitan mengatakan, jumlah rata rata penumpang di Pelabuhan Ferry Batam Centre pada hari biasa sekitar tiga ribu orang per hari dan sejak tanggal 26 jumlahnya melonjak menjadi lima ribu orang per hari. Peningkatan paling tinggi diperkirakan akan terjadi pada hari Sabtu (31/12) dan Minggu (1/1) dengan jumlah penumpang diperkirakan lebih dari enam ribu orang.

“Jelang pergantian tahun, banyak warga Singapura dan Malaysia yang merayakanya di Batam, begitupun sebaliknya banyak warga Batam yang merayakan pergantian tahun di Singapura serta Malaysia sehingga aktivitas pelabuhan meningkat luar biasa,” katanya, Jumat (30/12).
Membludaknya jumlah penumpang di pelabuhan ferry batam centre memaksa sejumlah operator kapal laut menambah trip perjalanan sebanyak dua hingga tiga kali untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut.

“Kami juga meningkatkan pengamanan untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang tidak diinginkan karena berjubelnya penumpang di pelabuhan,” katanya.
Peningkatan jumlah penumpang juga terjadi di Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang dan Nongsa dengan pertumbuhan rata rata lebih dari 50 persen. Sebagian besar penumpang yang berasal dari Batam berencana pergi ke Singapura, begitupun sebaliknya penumpang dari Singapura banyak yang pergi ke Batam.

Banyaknya warga Batam yang merayakan pergantian tahun baru ke Singapura disebabkan jaraknya yang dekat hanya 45 menit dengan akses transportasi yang mudah diperoleh , kemudian ongkosnya juga relatif murah yakni sekitar 30 dollar Singapura sampai 45 dollar Singapura atau 210 ribu rupiah sampai 350 ribu rupiah untuk ongkos pulang dan pergi (pp). Selain itu, banyaknya acara yang digelar di Singapura dalam rangka pergantian tahun juga menjadi daya tarik warga Batam untuk pergi ke negara tetangga tersebut.

Sementara itu, warga Singapura sendiri justru banyak yang merayakan pergantian tahun di kota Batam. Kebanyakan warga Singapura telah memesan resort dan hotel sejak awal Desember lalu untuk menginap selama 3 – 7 hari. Melonjaknya warga Singapura yang berlibur ke Batam menyebabkan tingkat hunian atau occupancy hotel di Batam melonjak hingga 95 persen, bahkan sejumlah hotel sudah tidak dapat lagi menampung tamu.

Manager Pemasaran Holiday Inn, Adjat Sudradjat, mengatakan banyak warga Singapura yang merayakan pergantian tahun di sejumlah resort di Batam yang memiliki pemandangan alam alami serta udara yang sejuk. Oleh karenanya tingkat hunian hotel melonjak hingga 85 persen saat ini dan hingga tanggal 31 Desember diperkirakan penuh.

Director of Sales Novotel Hotel, Didit Iskandar, mengatakan sejak tanggal 24 Desember sudah 75 persen kamar terpesan, dan hingga tanggal 31 Desember dipastikan penuh. Sebagian besar tamu yang dating berasal dari luar negeri khususnya Singapura, Malaysia, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.
Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan, Pemerintah Kota Batam sudah merancang sejumlah acara untuk merayakan pergantian tahun seperti pesta kembang api dan acara hiburan artis dari Jakarta. Sementara itu, sejumlah tempat hiburan juga mengadakan serangkaian acara untuk memperingati pergantian tahun tersebut.

Pihak kepolisian sendiri telah menyiagakan sekitar 522 personilnya untuk mengamankan perayaan pergantian tahun. Sebagian besar aparat akan ditempatkan di lokasi strategis seperti Jembatan Barelang yang selalu ramai dikunjungi warga jelang pergantian tahun.

“Berdasarkan data yang dihimpun ada sejumlah titik resmi pada malam pergantian malam tahun baru di Batam, yakni Dataran Engku Putri, Kawasan Wisata Ocarina dan Hotel Vista Baloi serta jembatan barelang,” kata Kabag Ops Polresta Barelang, Kompol Moch Sholeh.

Khusus jembatang barelang, dihimbau kepada warga untuk mengosongkan Jembatan I Barelang pada malam Tahun Baru 2012 karena dikuatirkan jika warga menumpuk di jembatan bisa mengurangi daya tahan jembatan tersebut.
“Tidak boleh ada manusia atau kendaraan yang parkir di atas Jembatan I karena bisa berbahaya bagi jembatan dan keselamatan warga,” katanya. (gus).

Rabu, 07 Desember 2011

Pesona Pulau Abang


Keindahan bawah laut Pulau Abang di Kecamatan Galang Kota Batam tak kalah dibanding Bunaken atau Raja Ampat di wilayah Timur Indonesia. Sayangnya, potensi yang besar tersebut belum dikelola secara profesional.

Wilayah Pulau Abang terdiri dari beberapa pulau kecil yang melingkupinya dan sebagian besar perairan di daerah itu termasuk Taman Konservasi Terumbu Karang. Dijadikanya daerah tersebut sebagai daerah konservasi karena terdapat aneka ikan hias langka seperti teri hijau dan blue coral atau terumbu karang yang harus dilindungi untuk kepentingan ekosistem. Oleh karenanya, warga lokal mengandalkan sektor pariwisata untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena mereka dilarang mengeksploitasi kekayaan alam di laut tersebut.

Sektor pariwisata di Pulau Abang mestinya bisa menghidupi masyarakat setempat karena potensinya yang besar, diantaranya wisata pantai, wisata diving dan snorkeling. Keindahan bawah laut Pulau Abang bahkan diakui sejumlah wisatawan yang pernah berkunjung ke daerah itu tak kalah dibanding Bunaken dan Raja Ampat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, sejumlah artis dari Jakarta seperti Nadine Chandrawinata, Krisna Mukti, Okie Agustina, Alex Sutanto, Lola Amalia, Rizal Jibran, Intan Kusumanegara, Jamil Reza, Agung Rajak, Testi Anggraini, Samuel Soegito, Groza Subhahi pernah mengunjungi pulau Abang awal tahun ini. Mereka terpesona dan takjub dengan keindahan bawah laut di Pulau Abang, sehingga para artis tersebut melakukan kegiatan penyelaman dan snorkeling.

Perairan Pulau Abang memiliki 9 titik (spot) yang sangat ideal dijadikan sebagai tempat penyelaman dengan kedalaman 15-18 meter. Untuk bisa menikmati keindahan bawah laut di daerah itu, sebelumnya perlu mengetahui kondisi cuaca karena perubahan cuaca di daerah tersebut sering terjadi. Kondisi cuaca yang paling bagus melakukan Diving di Pulau Abang sekitar bulan Maret hingga Agustus ketika musim angin timur dan bulan September sampai Nopember saat musim angin barat. Pada saat itu, kondisi cuaca terbilang bersahabat dan arus di bawah laut tidak terlalu kencang, sehingga sangat nyaman untuk melakukan diving.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) Kawasan Konservasi Laut Daerah Kota Batam, Hamdayani mengatakan, sejumlah turis mancanegara sering mengunjungi Pulau Abang seperti dari Singapore, Norwegia, philipina dan Malaysia. Para turis tersebut sangat menikmati keindahan bawah laut di perairan itu, sebab terdapat blue coral yang masih hidup dan aneka jenis ikan hias langka seperti ikan teri hijau dan berbagai ikan hias lainnya.

“Di Pulau Abang terdapat spesies karang yang langka yaitu blue coral yang tidak ditemukan di tempat lain dimana blue coral ini hanya hidup di perairan yang jernih dengan kualitas air yang bagus,” katanya.

Meski memiliki pesona menarik, sayangnya Pulau Abang belum dikelola secara professional, sebab untuk menjangkau daerah itu masih cukup sulit karena keterbatasan sarana transportasi. Untuk mencapai Pulau Abang hanya bisa dilakukan melalui pelabuhan rakyat di Pulau galang baru dengan cara menyewa perahu atau speed boat milik nelayan dan jarak tempunya sekitar 40-50 menit. Harga sewa perahu tergantung pada saat negosiasi. Selain itu, fasilitas pendukung seperti penginapan dan tempat kuliner juga belum tersedia.

Padahal sejak ditetapkan sebagai tempat Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang atau Coral Reef Rehabilitations and Management Program (COREMAP) pada tahun 2004, Asian Development Bank (ADB) telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk memberdayakan wilayah tersebut.
Pemerintah Kota Batam mestinya bisa lebih serius mengelola Pulau Abang sebagai obyek wisata yang diandalkan, terlebih Pemerintah Pusat baru baru ini telah menjadikan daerah itu sebagai salah satu destinasi wisata bahari nasional. (gus).

Senin, 05 Desember 2011

BCC Hotel Ikon Baru Batam



The Batam City Condominium (BCC) Hotel and Resident yang akan soft launching 24 Oktober ini dipercaya bakal menjadi ikon baru Kota Industri Batam karena selain menjadi gedung tertinggi di Sumatra dengan ketinggian 128 meter mengalahkan Hotel J.W. Marriott di Medan yang tingginya 108 meter, Gedung itu juga dibangun dengan konsep modern dan tingkat keamanan serta kenyamanan maksimal.

BCC Hotel and Resident dibangun oleh PT Bangun Megah Sejahtera (BMS) berlokasi di jantung kota Batam yakni kawasan Nagoya lama yang sejak lama dikenal sebagai kawasan perdagangan dan hunian sehingga aksesnya mudah dicapai.

Presiden Direktur BMS, Conti Chandra mengatakan, BCC dibangun diatas lahan seluas 3.400 m2 dan memiliki area secara keseluruhan seluas 4000 m2. Gedung itu memiliki berbagai keunggulan karena dibangun dengan konsep modern karena dirancang dengan gaya bangunan yang nyaman dan asri bagi pengunjung. Pada lobby hotel di lantai satu, interior ruangan dilengkapi dengan bangunan menggunakan wood PVC yang menjadikan ruangan lebih nyaman dan alami.

“Untuk hotel kami sediakan sekitar 150 kamar dan 50 unit apartemen terdiri dari tipe 70, 100 dan 140," katanya, Senin (17/10).

Fasilitas yang disiapkan pengelola sangat lengkap terdiri dari kolam renang, fitness center, child care, spa, meeting room, mushala dan lainnya. Pengelola juga menyiapkan layanan yang maksimal agar pengunjung merasa nyaman dan seolah berada di rumah sendiri.

Pengunjung yang ingin berbelanja juga tidak perlu pergi jauh karena di samping hotel tersedia pusat perbelanjaan atau mall terbesar di Batam yakni BCS (Batam City Square) Mall. Di mall tersebut pengunjung bisa berbelanja seluruh kebutuhannya.

Untuk menjangkau BCC Hotel dari Bandara Hang Nadim Batam bisa ditempuh dengan menggunakan mobil sekitar 15 sampai 25 menit perjalanan dan bila menggunakan taxi tarifnya sekitar 75 ribu rupiah. Kemudian dari Pelabuhan Ferry International Batam Centre bisa ditempuh dengan jarak sekitar 15-20 menit dan jika menggunakan Taxi, tarifnya sekitar 50 ribu rupiah.

Kota Mice

Pembangunan BCC Hotel dilakukan sebagai bentuk partisipasi pengusaha di Batam untuk mendukung program pemerintah dalam menjadikan Batam sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition)) sekaligus mendukung Visit Batam 2011. Oleh karenanya, pengelola menyiapkan fasilitas ruang pertemuan dan teleconference cukup canggih untuk mendukung kegiatan rapat dari berbagai instansi yang diadakan di hotel tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, Pemerintah Kota Batam menargetkan kunjungan wisatawan asing sekitar 1,25 juta orang. Target tersebut akan terus naik pada tahun tahun mendatang sehingga industri pariwisata menjadi sector yang sangat prospektif. Untuk itu dibutuhkan berbagai factor pendukung seperti infrastruktur yang memadai dan hotel.

Oleh karenanya Pemerintah menyambut baik di bukanya BCC hotel yang akan meramaikan industri pariwisata di Batam. Batam sendiri masih membutuhkan beberapa hotel berbintang lagi karena jumlah kunjungan wisatawan asing terus meningkat. Selain itu, beberapa agenda rapat atau pertemuan dari berbagai perusahaan dan instansi pemerintah di tingkat daerah, regional maupun nasional juga sering di adakan di Batam.

“Kota Batam akan menjadi kota MICE karena sejumlah agenda rapat atau pertemuan berskala daerah, nasional dan internasional akan di gelar di Batam sehingga kebutuhan hotel tetap tinggi,” katanya. (gus).

Alif Stone Park Keajaiban Alam di Natuna



Alif Stone Park adalah taman berbatu yang terletak di tepi pantai Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Taman seluas tiga hectare itu menyimpan ribuan Batu Megalitith berpadu dengan keindahan dan kejernihan pantai yang membuat pengunjung tak kan lupa tempat tersebut.

Diantara ribuan batu tersebut ada satu batu bergaris putih terletak paling tinggi dari batu lainnya menyerupai hurup alif dalam bahasa arab. Oleh karenanya, penduduk sekitar menyebut kawasan taman berbatu itu dengan Batu Alif atau Alif Stone selanjutnya ditambah Park, sehingga penduduk sekitar menamai lokasi itu dengan Alif Stone Park.

Untuk mencapai lokasi tidaklah sulit karena hanya berjarak kurang dari tiga kilo meter dari Ibu Kota Natuna yakni Ranai atau sekitar 15 menit perjalanan. Lokasi juga mudah dicapai oleh seluruh alat transportasi karena infrastruktur jalanya cukup tersedia.

Kepala Dinas Pariwisata Natuna, Syamsul Hilal mengatakan, Alif Stone Park merupakan salah satu obyek wisata andalan Natuna. Tempat itu merupakan keajaiban alam yang dimiliki Natuna karena memiliki batuan megalitigh jaman purba.

Untuk mendorong kunjungan wisatawan, katanya Pemerintah Daerah membangun homestay, akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya seperti jembatan yang menghubungkan antar batuan yang ada di laut untuk memudahkan pengunjung menjangkau batu yang ada di laut.

Pengunjung yang datang bisa bersantai sambil duduk duduk di bebatuan menikmati sunset. Pengunjung juga bisa leluasa memilih lokasi bersantai di celah celah batu untuk berendam. Air laut di lokasi sangat jernih sehingga bisa melihat ikan ikan kecil atau ikan hias berwarna warni serta terumbu karang dengan mata telanjang. Pengunjung juga bisa menapaki kawasan lain yang posisinya lebih menanjak, dikawasan itu terdapat batu raksasa megalitith seolah saling menyandar sehingga membentuk semacam lorong menyerupai goa. Di sisi bawahnya yang menjorok ke pantai ada bebatuan berukuran sedang terhampar memenuhi hamper seluruh celah permukaan pantai. Dari tempat itulah ketika senja, pengunjung bisa leluasa menyaksikan momen menakjubkan yakni ketika matahari kembali ke peraduan.

“Pengelola taman ini memang telah melakukan sejumlah polesan atau penambahan structural di sejumlah titik namun tak sedikitpun mengurangi keindahan tempat itu, apalagi seluruh bebatuan yang berukuran besar tetap dibiarkan di posisi awalnya, terhampar dari sisi daratan hingga menjorok ke arah pantai. Jernihnya air laut di tepi pantai juga bisa dinikmati pengunjung untuk menyalurkan hobinya menyelam,” kata Syamsul.

Alif Stone Park agaknya menjadi satu ikon kebanggaan masyarakat Natuna karena selain memiliki batuan megalitith yang mengundang pengunjung untuk selalu datang, tempat itu juga memiliki kerangka ikan hiu. Kerangka ikan hiu tersebut diperoleh dari Pantai Sujung tempat ikan hiu tersebut terdampar sekitar tahun 2002. Ikan hiu yang terseret ombak tersebut selanjutnya mati dan dibawa pengelola taman untuk diambil kerangkanya.

Menurut Syamsul, Alif Stone Park merupakan obyek wisata berbatu terindah yang ada di Indonesia, namun sayangnya hingga hari ini belum dikelola secara professional dan belum dipromosikan secara tepat. Di tempat itu juga dibutuhkan hotel berbintang yang layak digunakan wisatawan asing untuk berteduh.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Natuna mengundang investor dalam dan luar negeri untuk membangun sejumlah infrastruktur di lokasi tersebut.

“Kami sangat optimistis jika kawasan wisata taman berbatu ini dikelola dengan manajemen professional akan mendatangkan untung besar. Itu juga sangat dibutuhkan pemerintah sebagai katalis untuk memutar roda perekonomian warga,” katanya. (gus).