Kamis, 29 Desember 2011

2011 : Industri di Kawasan FTZ BBK Mengalami Penurunan Penjualan

BATAM – Mayoritas perusahaan di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) diperkirakan mengalami penurunan penjualan sekitar 3,0 persen sepanjang tahun 2011 dipicu turunya permintaan dari Eropa dan Amerika serta Jepang sebagai dampak dari bencana Tsunami beberapa waktu lalu.

Pemimpin Bank Indonesia Batam, Elang Tri Praptomo dalam kajian ekonomi regional yang dilakukan tim riset BI Batam menyebut, laju pertumbuhan sektor industri di provinsi Kepri khususnya kawasan BBK pada triwulan tiga 2011 mengalami perlambatan dibanding periode sebelumnya dari 9,41 persen menjadi 6,71 persen. Itu disebabkan melandainya pertumbuhan sektor industri pengolahan seperti elektronik dan alat angkutan atau kapal yang merupakan kontributor utama dalam pertumbuhan industri secara keseluruhan di FTZ BBK.

Data tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan BI Batam terhadap Sembilan perusahaan di FTZ BBK selama Juni sampai Oktober 2011. Dari survei itu diketahui bahwa penjualan rata rata perusahaan mengalami penurunan 3,0 persen selama periode survei dan diperkirakan sama hingga akhir tahun. Penurunan penjualan disebabkan turunya permintaan dari Jepang sebagai pasar utama yang dipicu bencana Tsunami dan gempa bumi di Negara itu. Selain itu, permintaan dari pasar Eropa dan Amerika Serikat juga turun akibat krisis finansial di kawasan tersebut.

Penurunan penjualan yang terjadi secara langsung menyebabkan penurunan kapasitas produksi terpakai yang diestimasi sekitar 2,0 persen.
Selain sektor industri elektronik yang mengalami penurunan, industri alat angkutan atau perkapalan juga menurun akibat krisis Eropa dan Amerika Serikat. Itu terlihat dari rata rata utilisasi terpakai perusahaan galangan kapal yang ada di FTZ BBK hanya 50-70 persen padahal sebelumnya mencapai 95 persen.
Penurunan kinerja industri perkapalan di kawasan BBK juga dipengaruhi oleh tingginya harga bahan baku baja yang mengalami kenaikan 15-20 persen sepanjang tahun 2011. Kenaikan harga bahan baku itu menyebabkan sejumlah perusahaan melakukan koreksi terhadap harga sehingga berpengaruh terhadap volume penjualan.

Melambatnya pertumbuhan industi pengolahan di kawasan BBK menyebabkan ekspor dari Kepri turun signifikan dari 7,22 persen di kuartal dua 2011 menjadi hanya 4,9 persen di kuartal tiga ini dan kondisi itu diperkirakan akan sama hingga akhir tahun. Penurunan ekspor itu terlihat dari stagnasi aktivitas bongkar muat atau cargo loaded untuk tujuan internasional melalui pelabuhan utama FTZ Batam yakni pelabuhan batu ampar, sekupang dan Kabil.
Di tiga pelabuhan utama itu, volume muat kontainer ekspor internasional di kuartal tiga 2011 sebanyak 22.979 TEU’s lebih rendah disbanding periode sebelumnya yang 22.999 TEU’s. Berdassarkan penggolongan barang, pelemahan kinerja ekspor itu sebagian besar terjadi pada jenis barang elektronik dan mesin mekanis akibat melemahnya daya beli global.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Batam, Nada Faza Soraya mengatakan, penurunan kinerja indsutri di kawasan FTZ BBK pada tahun 2011 ini harus diwaspadai dan menjadi evaluasi bagi pemerintah agar tidak terjadi lagi di tahun depan. Untuk itu, pemerintah harus segera mengatasinya dengan membangun iklim berusaha yang lebih baik. Salah satunya dengan mempercepat revisi Peraturan Pemerintah nomor 02 ahun 2009 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan dan cukai serta pengawasan atas pemasukan dan pengeluaran barang ked an dari serta berada di kawasan FTZ.

"Pengusaha sampai kini masih sabar menunggu hasil akhir revisi PP no 02 tahun 2009 dan diharapkan tahun depan bisa selesai karena ini penting sebagai paying hokum bagi investor untuk berusaha di FTZ BBK,’ katanya, Kamis (29/12).

Dikatakan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda PP 02 tahun 2009 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai serta Pengawasan atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta berada di kawasan FTZ bakal direvisi oleh Pemerintah Pusat, akibatnya, dampak pemberlakuan FTZ di kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) yang diharapkan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia wilayah barat belum terwujud.

Padahal, Batam merupakan kota yang sangat potensial untuk bisa maju sejajar dengan Singapura dan Negeri Johor.
"Apabila Batam tidak berkembang dengan baik, ini kan lucu, padahal Batam punya peluang yang sangat besar untuk menjadi lokomotif perekonomian, tetapi disia-siakan begitu saja oleh pemerintah pusat,” kata Nada.(gus).

Cuaca Ekstrim Ganggu Perekonomian Kepri

BATAM – Cuaca ekstrim yang terjadi di Provinsi Kepulauan Riau sebagai dampak dari musim utara menyebabkan sebagian besar wilayah Kepri mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Akibatnya, aktivitas perekonomian warga terganggu.

Musim utara yang terjadi di Kepri ternyata tidak hanya melumpuhkan aktifitas pelayaran, tetapi juga membuat roda perekonomian di daerah itu berjalan lambat. Seperti yang terjadi di Kecamatan Pulau Tiga, Natuna. Seluruh nelayan di daerah ini berhenti melaut, karena cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi. Para nelayan yang kesehariannya mencari nafkah hidup dari memancing ikan laut kini harus berlibur sampai batas waktu yang tak pasti.

Sekretaris Kecamatan Pulau Tiga, Hadisun mengatakan, akibat musim utara yang terjadi satu bulan terakhir, membuat semua aktifitas melaut masyarakatnya terhenti. Jikapun ada aktifitas melaut hanya dilakukan oleh sekelompok nelayan yang memiliki kapal motor berkapasitas besar.

"Sudah dua minggu belakangan ini nelayan tidak melaut, karena gelombang cukup besar. Disamping itu, cuaca mendung dan hujan deras terus menguyur tidak ada henti-hentinya," katanya, Rabu (28/12)

Selain menganggu aktivitas perekonomian warga, cuaca estrim juga menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna roboh dan rusak parah akibat dihantam gelombang pasang.
Sementara itu, cuaca ekstrim yang terjadi di Kampung Agas, Tanjunguma kota Batam menyebabkan banjir rob di perumahan warga dan pasar menyebabkan aktivitas perekonomian warga terhenti.

“Banjir yang disebabkan air laut pasang tersebut juga membuat akses transportasi nyaris terputus,” kata salah seorang warga, Rahmi.
Menurutnya, banjir rob di daerah itu memang sudah biasa terjadi memasuki bulan Desember atau Januar, namun banjir yang terjadi tahun ini diperkirakan yang paling besar dan terjadi cukup lama. Kondisi itu menyebabkan sejumlah warga yang rumahnya kebanjiran memilih untuk mengungsi sementara ke rumah sanak keluarganya yang tidak terkena banjir.

Warga berharap, pemerintah bisa memberi perhatian, terutama memberi akses fasilitas pelantar permanen di kawasan ini. Selain itu, warga juga berharap pemerintah bisa mengatasi persoalan sampah yang menurut mereka berasal dari Pasar induk Jodoh dan daerah Nagoya yang dibuang sembarangan ke laut di wilayah Tanjunguma.

Di Kota Tanjung Pinang, hujan yang terjadi beberapa hari menyebabkan tanah longsor di Perumahan Graha Bintan Permai, Jalan Cinta Damai Blok D Nomor 2-3 dan 4 di Kampung Sidomulyo, Tanjungpinang Timur.

Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan mengatakan, hujan yang terjadi selama beberapa hari ini menyebabkan sejumlah wilayah di Tanjung Pinang banjir, dan untuk mengetahui wilayah yang terkena banjir saat ini sedang dilakukan pendataan.

“Pemerintah Kota Tanjung Pinang dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) telah turun melakukan pendataan. Dari data tersebut akan di alokasikan jumlah bantuan yang akan diberikan ke warga,” katanya.

Selain mendata lokasi bencana, Pemko Tanjung Pinang juga sedang mencari sumber masalah yang menyebabkan banjir. Itu dilakukan untuk mencari solusi mengatasi banjir di kemudian hari.

Cuaca ekstrim yang terjadi di Kepri juga menyebabkan sejumlah operator kapal laut memilih untuk menghentikan sementara kegiatannya. Itu disebabkan gelombang tinggi ditambah kecepatan angin diatas normal sehingga bila dipaksakan bisa menyebabkan kecelakaan. Terlebih beberapa minggu lalu, beberapa kapal nelayan dan penumpang mengalami kecelakaan di perairan Karimun. (gus).

Sepanjang 2011 Terjadi 2.119 Kasus Kejahatan di Batam

BATAM – Polresta Barelang mencatat terjadi 2.119 kasus kejahatan di Batam sepanjang 2011 yang didominasi kejahatan pencurian. Tingginya tingkat kejahatan di Batam dipicu makin banyaknya pengangguran.

Kabag Ops Polresta Barelang, Kompol Moch Sholeh mengatakan, sepanjang tahun 2011 telah terjadi berbagai macam tindak kejahatan, baik itu kasus pencurian, pembunuhan, pencabulan, trafficking, narkoba, penipuan, penggelapan hingga kasus orang hilang di Kota Batam dan jumlahnya mencapai 2.119 kasus lebih tinggi dibanding tahun lalu.

“Dari 2.119 kasus kejahatan yang terjadi selama 2011, hanya 1.224 kasus yang terungkap atau sekitar 58 persen kasus yang selesai,” katanya, Rabu (28/12).

Sementara itu, kasus kejahatan yang paling banyak terjadi selama 2011 adalah kasus pencurian sebanyak 806 kasus. Kasus pencurian ini terbagi dari empat kategori yakni, curi biasa 331 kasus (215 kasus terselesaikan), curanmor atau pencurian sepeda motor 272 kasus (43 kasus terselesaikan), curas atau pencurian dengan tindakan kekerasan 107 kasus (32 kasus terselesaikan) dan curat 96 kasus (54 kasus terselesaikan).

Selain kasus pencurian, kasus penipuan dan kasus penggelapan termasuk tindak kejahatan yang sering terjadi di Batam, dimana berdasarkan data yang ada tercatat sebanyak 243 kasus penipuan (118 kasus yang terselesaikan) dan 125 kasus penggelapan (73 kasus terselesaikan). Tindak kejahatan terhadap anak juga menunjukkan angka yang cukup tinggi selama 2011 yakni 76 kasus pencabulan (69 kasus terselesaikan) dan 7 kasus traficking yang melibatkan anak dan pelajar (5 kasus terselesaikan).

Sementara itu, kasus penemuan mayat juga cukup tinggi di tahun 2011, dimana terdapat sebanyak 29 kasus penemuan mayat yang dilaporkan kepada pihak kepolisian dan dari angka tersebut hanya 17 kasus yang terungkap dan sebagian kecilnya adalah penemuan mayat atas kasus pembunuhan. Sedangkan kasus pembunuhan sendiri tercatat sebanyak tujuh kasus dan hanya empat kasus yang terungkap, dimana kasus tersebut didominasi Polsek Batam Kota, Batuaji, Lubuk Baja dan Sekupang. Salah satu kasus yang kini belum terungkap adalah kasus pembunuhan terhadap karyawan Massage Everyday di Hotel Sumber Rezeki dan satu kasus lainnya di daerah Batuaji.

Sedangkan kasus narkotika dan kasus psikotropika tercatat sebanyak 103 kasus, terdiri dari kasus psikotropika 75 kasus dan semuanya terselesaikan dan 28 kasus narkotika (26 kasus terselesaikan). Salah satu kasus terbesar yang berhasil diungkap dalam kasus psikotropika dan narkotika adalah kasus penangkapan warga Malaysia Shivabalan Thamilsaran, dan pengembangan kasusnya ditangkap warga Pantai Gading Innocen Conan dan seorang wanita warga negara indonesia dengan barang bukti shabu lebih kurang seberat 4 kilogram.

Salah satu factor yang memicu tingginya tingkat kejahatan di Batam disebabkan banyaknya pengangguran. Berdasarkan data dari Dinas tenaga kerja Batam jumlah pengangguran yang tercatat sebanyak 6 ribu orang dan angka itu bisa lebih tinggi lagi karena banyaknya warga yang tidak mencatatkan diri sebagai pencari kerja padahal orang tersebut menganggur.

“Yang terdaftar sebagai pencari tenaga kerja di Disnaker Batam lebih dari 6 ribu orang. Artinya jumlah pengangguran lebih dari jumlah itu. Karena banyak pengangguran saat ini yang tidak terdaftar. Banyak pencari kerja yang hanya bermodalkan ijazah tanpa memiliki keahlian,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Batam, Luhut Marbun.

Banyaknya para pencari kerja yang tidak mendapatkan pekerjaan disebabkan tidak memiliki pengalaman dan keahlian kerja selain itu juga disebabkan terbatasnya lowongan kerja yang ada. Untuk itu, Pemerintah Kota Batam menghimbau masyarakat yang ingin mencari kerja di Batam agar memiliki keterampilan dengan cara mengikuti pelatihan agar bisa mendapatkan pekerjaan. (gus).

Perayaan Natal di Kepri Tertib dan Aman

BATAM – Perayaan Natal di sejumlah kota Provinsi Kepulauan Riau seperti Batam, Tanjung Pinang, Bintan dan Karimun berlangsung secara tertib dan aman meski sejumlah gereja dijaga ketat aparat kepolisian.

Sejumlah gereja di Kota Batam pada Sabtu (24/12) malam dan Minggu (25/12) pagi melaksanakan misa atau kebaktian secara tertib dan aman tanpa ada gangguan, meskipun cuaca tidak mendukung disebabkan hujan sepanjang hari. Di Gereja GPdI depan perumahan Bida Asri 2 Batam Kota, Gereja Katolik St. Philipus Bidaayu, Gereja Katolik Tembesi serta gereja Tabgha Batam centre, Misa dilakukan umat Kristiani dengan khidmat.

Pdt. Ronny Simorangkir, S.Th yang memimpin perayaan natal di gereja HKBP Bengkong mengatakan, makna Natal bagi umat kristiani menandakan rasa percaya bahwa Allah menyatakan dan membuktikan KasihNya dengan memberikan AnakNya yang Tunggal.

“Meski hujan turun sepanjang hari, namun umat tetap merayakan Misa dan gereja dipenuhi oleh sekitar 500 jemaat untuk melaksanakan kebaktian sesi Natal Umum yang dimulai pukul 08.00WIB tersebut,” katanya, Senin (26/12).
Menurutnya, melalui Natal kali ini umat kristiani diharapkan bisa instropeksi diri atas kelahiran Yesus di Batlehem dan cara Allah mengasihi bukan dengan kata-kata. Itu sesuai dengan Yohanes 3: 1-6 yang memaknai "Selamat Natal" dengan selamat karena manusia telah diselamatkan Yesus Kristus yang telah lahir bagi manusia dan mengikuti jejak Yesus Kristus yang rendah hati.

Sementara itu, Misa Natal yang berlangsung di Gereja Katolik Santo Demian yang terletak di Bengkong Centre juga berlangsung meriah meski diguyur hujan. Sekitar 4000 umat menghadiri gereja dan dengan khidmat mengikuti kotbah yang disampaikan Romo Baltasar Milli yang menyampaikan tentang Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah menemukan terang yang besar. Kotbah itu juga sesuai dengan tema Natal tahun ini.

Menurut Romo Baltasar, perayaan Natal di Kota Batam tahun ini berjalan secara aman dan tertib tidak ada terror sehingga umat bisa merayakanya lebih hikmat. Itu tidak terlepas dari tindakan yang dilakukan aparat kepolisian yang sudah sejak beberapa hari lalu berpartisipasi menjaga n di sejumlah gereja dan tempat strategis lainnya.

"Tahun ini kita cukup tenang dalam menjalankan Ibadah di gereja. Tidak ada isu-isu seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja hujan yang sempat membuat kita agak terganggu untuk ke gereja. Tapi selain itu, semuanya berlangsung tertib dan aman," katanya.

Sementara itu, kondisi aman dan tertib juga terjadi pada perayaan natal di sejumlah gereja di Kota Tanjung Pinang, Bintan dan Karimun. (gus)

Tingkat Hunian Hotel di Lagoi Melonjak

LAGOI – Tingkat hunian hotel dan resort di kawasan wisata Lagoi Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau melonjak hingga mencapai batas maksimal atau 100 persen untuk pemakaian 25 Desember hingga 2 Januari, seiring masuknya musim libur Natal dan Tahun baru. Sebagian besar tamu hotel berasal dari luar negeri seperti Singapura, Korea, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat serta Australia.

Senior Manager Kawasan Wisata Internasional Bintan Sjamsumar mengatakan, memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru sejumlah hotel dan Resort di kawasan Pariwisata Internasional Bintan (KPIB) Lagoi selalu mengalami lonjakan pengunjung atau wisatawan yang datang dari berbagai Negara sejumlah hotel bahkan terpaksa mengalihkan tamunya ke hotel lain karena tidak tersedianya kamar.

"Setiap perayaan natal dan tahun baru wisatawan mancanegara yang datang ke Lagoi memang meningkat di banding hari biasa. Sejumlah kamar yang tersedia biasanya penuh bahkan ada yang telah booking jauh-jauh hari sebelumnya," katanya akhir pekan lalu.
Ditambahkan, sebagian besar tamu yang datang ke Lagoi berasal dari luar negeri dan hanya sebagian kecil dari dalam negeri seperti Jakarta dan daerah lain di Indonesia.

Directur Room Hotel Nirwana Garden, Yudianto menambahkan seperti tahun tahun sebelumnya hotel dan resort di Lagoi selalu kebanjiran wisatawan, seperti yang terjadi di Nirwana garden yang hanya menyediakan 350 kamar sudah habis di pesan tamu sejak beberapa hari lalu untuk pemakaian tanggal 25 desember hingga 2 januari.
"Hingga saat ini masih banyak tamu yang memesan kamar tetapi karena kami hanya menyeadiakan 350 kamar terpaksa tamu tersebut kami alihkan ke hotel lain yang masih belum penuh,” katanya.

Untuk memeriahkan acara natal dan tahun baru, Nirwana Garden menyediakan berbagai acara dan hiburan, seperti 'Crismas Terrol' dimana karyawan hotel akan menyanyi lagu rohani dari restoran ke restoran untuk menghibur tamu. Selanjutnya ada juga acara makan malam bersama atau Crismas Dinner sebagai ajang berkumpulnya anggota keluarga.

Untuk tariff hotel selama libur Natal dan Tahun baru diberlakukan biaya sekitar 400 dollar Singapura setiap orangnya. Tariff itu lebih tinggi dibanding bulan biasanya yang hanya 300 dollar singapura.

Hotel Batam

Kondisi yang sama juga terjadi pada sejumlah hotel di Batam yang mengalami lonjakan tingkat hunian untuk pemakaian 25 desember hingga 2 januari 2012.
Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Keuangan Kadin Kepri Amat Tantoso mengatakan, tingkat hunian hotel pada bulan biasa saja lebih dari 60 persen dan pada hari libur meningkat hingga 100 persen.

Dikatakan, tingginya tingkat hunian hotel di Batam wajar karena Batam sudah dikenal sebagai kota MICE sehingga banyak kegiatan seminar atau pelatihan dan ekshebisi yang diselenggarakan pemerintah pusat dan daerah di Batam.

“Batam hingga saat ini masih membutuhkan sekitar 2.000 unit kamar hotel berbintang,” katanya.
Ppembangunan hotel berbintang di Batam saat ini sangat berguna untuk mengantisipasi arus kunjungan atau lonjakan para wisatawan mancanegara (Wisman) pada masa-masa mendatang. Saat ini Batam hanya memiliki satu hotel berbintang lima yang lokasi bukannya di sentral kota, yakni Holiday Inn di Marina City, oleh karenanya dibutuhkan beberapa hotel bintang lima lagi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurutnya, pemerintah maupun dunia usaha di Batam idealnya harus tetap membuka peluang lebar-lebar bagi kalangan calon investor untuk membangun hotel-hotel resor maupun hotel bisnis berkualitas di daerah ini.
“Saya sudah menawarkan kepada investor Malaysia untuk berinvestasi membuka hotel di Batam,” katanya. (gus).

Berbagi Kasih Natal Bersama Kaum Duafa

Perayaan Natal bagi umat kristiani dilakukan dengan berbagai cara untuk memaknai pesan yang terkandung dalam hari besar tersebut, seperti yang dilakukan perusahaan property di Batam, Fanindo Grup yang berbagai kasih bersama anak yatim piatu di sejumlah panti asuhan.

Natal secara harfiah berarti hari kelahiran dan dalam bahasa Inggris, natal disebut dengan Christmas yang berasal dari kata Christ (Kristus) dan Mass (massa atau kerumunan orang) karena pada christmas, banyak orang berkumpul mengingat atau merayakan hari kelahiran Kristus.
Kelahiran Kristus di dunia mempunyai suatu titik awal yang paling penting dalam misi Kristus. Dilahirkan bukan dari pencampuran laki-laki dan perempuan, melainkan secara campur tangan Allah yakni diperanakan oleh kuasa Roh Allah (Mat 1:18,20). Maria, seorang gadis saleh, mendapat kehormatan sebagai perantara kedatangan Sang Mesias (Luk 1:26-33). Adapun Kristus datang untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah yang semakin buruk oleh karena kesesatan manusia.

Manager Promosi Fanindo Group, Cheristina Nardini mengatakan, Natal sering juga dimaknai sebagai momentum untuk berbagi kasih karena Yesus dalam ajarannya sering mengajak umat manusia untuk berdamai, saling mencintai dan berbagi kasih tanpa memandang derajat manusia itu sendiri. Oleh karenanya, Fanindo grup sebagai perusahaan property di batam merasa punya tanggung jawab untuk berbagi kasih pada setiap perayaan Natal.

“Semarak perayaan Natal tahun ini dimanfaatkan Fanindo Group dengan melaksanakan aksi sosial di sejumlah Panti Asuhan di Kota Batam. Kegiatan rutin yang diselenggarakan pengembang perumahaan terbesar di Batam ini, selalu memberikan makna kepada masyarakat yang menerimannya,” katanya.

Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak goreng, tilam, lemari, sabun mandi, odol, indomie dan barang kebutuhan lainnya memang tidak seberapa nilainya, namun yang terpenting adalah bagaimana seseorang atau sekelompok orang mau berbagi dengan sesame pada perayaan natal.

Rina (14) yang merupakan penghuni panti asuhan Elsadai Tanjung Piayu Batam mengatakan, merasa bersyukur mendapat bantuan tersebut, karena bisa memenuhi kebutuhan hariannya dalam beberapa bulan mendatang. Rina yang merupakan yatim piatu tersebut sudah menghuni panti asuhan selama 10 tahun karena kedua orang tuanya tidak diketahui rimbanya.

“Saya merasa bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan karena bisa mengurangi beban saya untuk beberapa minggu kedepan,” katanya.

Cheristina menyadari bahwa bantuan yang diberikan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup selamanya, oleh karena itu dia mengajak segenap umat kristiani untuk mau membuka hatinya membantu para yatim piatu di panti asuhan menjadi orang tua asuh, sehingga mereka bisa bersekolah seperti layaknya anak lain.
Saling membantu untuk berbuat baik kata Cheristina juga merupakan pesan Natal yang harus diikuti umat kristiani, karena jika manusia bisa melakukannya maka dunia ini bisa damai tanpa ada kekerasan. Itu sesuai dengan misi Kedatangan Kristus ke dunia untuk menjaga perdamaian antara umat manusia dan penciptanya, sebab pada masa lalu iblis selalu menggoda manusia untuk melakukan perbuatan jahat dan menjauhkan diri dari sang pencipta.
Sebenarnya natal merupakan suatu pemberian Allah yang paling besar bagi umat manusia. Natal merupakan wujud Kasih Allah pada manusia (Yoh 3:16). Natal merupakan motivasi Allah untuk membantu umat manusia.

Diceritakan sebelumnya bahwa semenjak kejatuhan Adam dan Hawa yang dipikat Iblis dalam nafsu keinginan, Allah selalu peduli pada makhluk ciptaan yang dikasihi-Nya. Karena dari semua ciptaan Allah, hanya manusia-lah yang dijadikan menurut rupa Allah (Kej 1:26,27).
Dan hanya manusia, makhluk hidup yang dilengkapi dengan napas Allah atau Roh Allah. Tidak ada makhluk lain yang begitu sempurna seperti manusia. Binatang, tumbuhan (makhluk di atas bumi) hanya terdiri dari badan kasar. Malaikat (makhluk sorga) hanya terdiri dari badan halus (roh). Tetapi manusia terdiri atas badan kasar dan badan halus.

“Begitu besar cinta Allah kepada umat manusia mestinya kita syukuri dan dengan Natal hendaknya kita berbagi kasih dan saling mencintai antara sesama umat manusia,” kata Cheristina. (gus).
1 File telah Dilampirkan| 24KB

Jumat, 23 Desember 2011

APBD Batam 2012 Diperkirakan Disahkan 27 Desember

Pimpinan DPRD Batam berencana mengesahkan APBD Kota Batam 2012 pada 27 Desember 2011 dengan memundurkan jadwal reses.

Aris Hardy Halim, Wakil Ketua III DPRD Batam mengatakan, para unsur pimpinan di DPRD telah sepakat untuk mengesahkan APBD 2012 sebelum akhir tahun ini.

"Kami menargetkan sudah ketok palu pada 27 Desember 2011," katanya, Jumat (23/12).

Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak yang akan timbul jika APBD disahkan melewati akhir tahun ini atau bila disahkan pada awal tahun depan.

Dimana kalau itu terjadi Kementerian Keuangan akan menunda pengucuran dana alokasi umum (DAU) untuk gaji PNS di lingkungan Pemerintah Kota Batam sebesar Rp411 miliar.

"Kalau mundur, DAU akan ditahan Kemenkeu selama tiga bulan," ujarnya.

Para pimpinan DPRD katanya berusaha menghindari dampak itu karena kas daerah tidak berkemampuan membayar gaji PNS selama penundaan tersebut terjadi.

Mengingat jika mengalami penundaan DAU, Pemko Batam harus menombok gaji PNS lebih dari Rp100 miliar per bulan.

Karena itu dia mengatakan bahwa pembahasan anggaran di masing-masing komisi digesa dengan memundurkan jadwal reses yang awalnya mulai 24 Desember 2011 menjadi 28 Desember 2011.

Sebelumnya, Surya Sardi, Ketua DPRD Batam, mengatakan APBD 2012 diperkirakan baru bisa disahkan pada pertengahan Januari 2012 mendatang karena hingga kini DPRD masih membahasnya ditingkat komisi.

Pengesahan APBD Batam 2012 diperkirakannya tidak dapat diselesaikan sampai akhir tahun ini karena adanya reses DPRD yang dimulai pada 24 hingga 31 Desember 2011 sehingga pembahasan RAPBD menjadi tertunda.

Pembahasan RAPBD 2012 yang terkesan lambat itu dinilainya akibat dari singkatnya waktu yang dimiliki DPRD mengingat pengajuannya sendiri baru dilakukan oleh Pemko Batam pada 9 November 2011 lalu.