Selasa, 06 Desember 2011

Pebisnis Indonesia Optimistis Hadapi Ekonomi 2012

Survei Asia-Pasifik menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi pada
usaha-usaha kecil di Indonesia. Hasil survei menunjukkan pandangan yang positif, namun manajemen bisnis perlu mendapatkan perhatian Para pelaku usaha kecil di Indonesia meyakini bahwa bisnis mereka akan bertumbuh di tahun mendatang. Hal
ini seiring dengan keyakinan mereka bahwa perekonomian secara luas akan
mempertahankan kuatnya tingkat pertumbuhan tersebut.

Survei bisnis kecil Asia-Pasifik yang dilakukan oleh CPA Australia pada
2011 (The 2011 CPA Australia Asia- Pacific Small Business Survey) menunjukkan bahwa 97% usaha kecil Indonesia yang disurvei mengharapkan usaha mereka untuk bertumbuh di tahun mendatang. Angka tersebut merupakan angka terbesar dalam sejarah survei ini.

Melanjutkan prospek usaha kecil di Indonesia yang kuat, survei
menunjukkan bahwa pengusaha kecil Indonesia memiliki kecenderungan tinggi untuk meminjam dana guna membiayai pertumbuhan bisnis mereka.

Survei juga menunjukkan bahwa pengusaha kecil Indonesia memiliki
tingkat kepercayaan diri tertinggi untuk memperoleh pinjaman diantara semua pasar yang disurvei.

Tingginya tingkat keyakinan bisnis yang ditemukan di Indonesia ini
bertolak belakang dengan hasil survei pada pasar lainnya, terutama di Australia dan Hong Kong.

Survei ini menjangkau lebih dari 1500 bisnis di Indonesia, Australia,
Hong Kong, Malaysia, Singapura dan Selandia Baru. Tahun ini merupakan pertama kalinya Indonesia dan Selandia Baru diikutsertakan dalam
survei ini.

Beberapa temuan penting dalam survei ini diantaranya adalah sebagai
berikut:
- 80% usaha kecil di Indonesia saat ini memiliki pinjaman usaha;
- Sebagian besar (92%) bisnis Indonesia berharap untuk memperoleh
pinjaman tambahan di tahun mendatang, dan 66% diantaranya berniat menggunakan pinjaman tersebut untuk mendanai pertumbuhan bisnis:
- Dari semua bisnis Indonesia yang melakukan pinjaman pada tahun lalu,
22% diantaranya menyatakan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam memperoleh pinjaman. Angka ini cukup rendah dibandingkan dengan 47% bisnis di Malaysia yang menyatakan hal yang sama;
- Bisnis di Indonesia (65%) merupakan bisnis dengan tingkat kemungkinan
tertinggi untuk meningkatkan jumlah pegawai mereka dalam 12 bulan ke depan. Posisi kedua tertinggi diraih oleh Singapura, dengan angka sebanyak 55%.

Paul Drum-CPA Australia Head of Business and Investment Policy
menyatakan bahwa tingginya tingkat keyakinan pengusaha kecil Indonesia merupakan indikasi atas proyeksi yang lebih luas lagi bagi perekonomian Indonesia.

“Pandangan positif ini mungkin merupakan cerminan dari peran bangsa
Indonesia yang sedang berkembang sebagai pusat ekonomi strategis di kawasan regional,” ujarnya.

“Tingkat keyakinan para pelaku usaha kecil Indonesia ini juga sejalan
dengan proyeksi ekonomi yang lebih luas sebagaimana diungkapkan oleh organisasi-organisasi seperti Asian Development Bank dan International
Monetary Fund (IMF).”
“Kami juga melihat pertemuan-pertemuan strategis dan politik tingkat
tinggi yang baru-baru ini diselenggarakan di Indonesia, dimana semuanya mencerminkan tingginya realisasi peningkatan peran ekonomi dan strategis bangsa Indonesia.”

“Namun, faktor-faktor ini juga menunjukkan betapa pentingnya bagi
pengelola bisnis untuk mengambil langkah yang tepat agar mereka dapat memanfaatkan secara penuh peluang yang datang bersama dengan kondisi perekonomian yang relatif kuat.”

“Bisnis-bisnis ini juga harus cermat dalam mengelola kegiatan bisnis
sehari-hari serta perencanaan mereka. Dengan mematuhi hal-hal tersebut, mereka dapat memposisikan diri untuk mengindentifikasi dan mengejar
peluang pertumbuhan bisnis serta melindungi diri mereka dalam kondisi
bisnis yang kurang baik.”

“Hasil survei ini juga menyoroti peran penting usaha kecil, baik
sebagai pemegang kendali maupun indikator kegiatan ekonomi.”

CPA Australia telah mengembangkan lima langkah panduan pengelolaan
bisnis yang dapat membantu pelaku bisnis dalam melalui masa-masa ketidakpastian ekonomi global serta dalam menempatkan bisnis mereka untuk tumbuh dan berkembang.


Tentang CPA Australia 2011 Small Business Survey The CPA Australia 2011 Small Business Survey dilakukan pada tanggal 6-11 Oktober di Australia, Hong Kong,
Indonesia, Malaysia, Selandia Baru dan Singapura. Survei ini dilakukan
pada usaha yang memiliki 20 pegawai atau kurang. Tahun ini merupakan pertamakalinya bagi Indonesia dan Selandia Baru untuk diikutsertakan dalam survei ini. Survei ini melibatkan sebanyak 1533 responden secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar