Selasa, 12 Februari 2013

Penyebaran HIV di Batam Menguatirkan



BATAM – Penyebaran virus HIV (Human immunodeficiency virus ) di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dinilai sudah menguatirkan seiring banyaknya korban tewas dan tingginya pasien penderita virus tersebut. Untuk itu dibutuhkan tindakan tegas dari Pemerintah daerah menutup lokasi prostitusi yang menjadi faktor utama penyebaran virus HIV.

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Batam, Pieter Pureklolong mengatakan, jumlah korban yang tertular HIV/ AIDS di Batam setiap tahunnya cenderung meningkat. Dalam sepuluh tahun terakhir saja jumlah penderita HIV dan AIDS mencapai 3.293 orang. Sementara  korban meninggal dunia 384 orang.

“Peningkatan penderita penyakit HIV/ AIDS di Batam disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengendalian, pencegahan dan penularan HIV/ AIDS,” katanya, Sabtu (1/12).

Dikatakan, pada tahun 2009 yang terifeksi HIV di Kota Batam sebanyak 273 orang dan yang positif Aids 77 orang dan yang meninggal 36 orang. Sementara 2010 yang terinfeksi HIV sebanyak 317 orang dan yang positif Aids 134 orang, 74 orang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2011 yang terinfeksi 397 orang dan yang positif aids 151 orang dan yang meninggal dunia 59 orang. Sementara itu hingga Oktober 2012 yang tertular HIV sudah mencapai 423 orang dan yang positif aids 254 orang dan yang sudah meninggal sudah mencapai 54 orang.

Menurut Pieter factor utama penularan HIV/ AIDS di Kota Batam adalah pasangan yang berganti-ganti seiring banyaknya lokasi prostitusi yang illegal maupun sembunyi sembunyi selain itu juga ditularkan melalui transfusi darah dan penggunaan narkoba.

“Untuk mengurangi penyebaran virus HIV maka Pemerintah Kota Batam harus berntindak tegas dengan menutup lokasi prostitusi yang marak baik itu yang illegal maupun yang sembunyi sembunyi,” katanya.

Terkait pelaksanaan peringatan Hari Aids se-Dunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) melakukan penyuluhan terhadap kelompok rentan penyebaran virus Aids. Selain itu, panitia juga akan membagikan pita merah dan bunga kepada masyarakat di Batam. Beberapa lokasi pemberian bunga dan pita tersebut di antaranya Pelabuhan Sekupang dan Punggur dan semua lampu merah di Batam.

Sementara itu, peringatan Hari HIV/Aids Sedunia di Kota Tanjung Pinang dilakukan dengan aksi simpatik yang dilakukan Yayasan Bentan Serumpun (YBS). Aktivis YBS membagikan setangkai mawar dan pita logo HIV/Aids kepada warga di setiap persimpangan lampu merah. Selain itu juga diberikan brosur tentang pencegahan penyebaran penyakit HIV/Aids.

YBS merupakan yayasan yang bersifat mandiri, yang konsen di bidang pencegahan dan penanggulangan penyebaran HIV/Aids di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

"Sejak tahun 2004 YBS telah aktif bergerak di bidang pencegahan dan penanggulangan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat luas terkait apa itu HIV dan Aids serta bagaimana penyebarannya. Dengan demikian, kami berharap masyarakat bisa mendapat informasi dan memahami untuk kemudian menjauhi hal-hal yang dapat mengakibatkan penyebaran HIV/Aids ini," ujar Ketua YBS Eddy. (gus).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar