Minggu, 17 Februari 2013

Waspadai Perairan Natuna


NATUNA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Ranai Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau menghimbau operator kapal penumpang dan barang serta nelayan yang akan melewati perairan Natuna untuk waspada karena ketiggian gelombang mencapai lebih dari 3,5 meter.

Prakirawan BMKG Ranai, Asrul Saparuddin mengatakan, saat ini sudah masuk musim angin utara di Natuna. Angin bertiup dari arah utara menuju timur laut, dengan kecepatan 10 hingga15 kilo meter per jam dan terjadi hujan merata diseluruh wilayah Natuna. Ketinggian gelombang diatas rata rata atau lebih dari 3,5 meter sehingga sangat berbahaya bagi nelayan dan operator kapal barang dan orang.

“Selama Desember ini, nelayan dan operator kapal penumpang serta barang harus mewaspadai perairan Natuna karena cuaca yang tidak menentu serta tinggi gelombang diatas rata rata,” katanya, Kamis (20/12).

Cuaca yang tidak menentu di perairan Natuna itu diprediksi berlangsung dari 19 hingga 25 Desember 2012 sehingga nelayan diminta untuk tidak mencari ikan hingga ke tengah laut. Pasalnya, pengalaman tahun tahun sebelumnya banyak nelayan dan kapal penumpang yang karam diterjang gelombang saat datang musim angin utara.

Selain perairan Natuna, warga juga dihimbau mewaspdai perairan Natuna terutama nelayan yang sering menangkap ikan di peraian itu. Pasalnya, ketinggian gelombang di Anambas juga diatas rata rata dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tunda Keberangkatan

 Tingginya gelombang di perairan Anambas dan Natuna, membuat Ferry VOC Batavia yang selama ini melayani rute dari Tanjungpinang menuju ke Anambas sempat menunda keberangkatannya dari jadwal yang telah ditetapkan.

Kepala BMKG Anambas, Anggriono mengatakan, sesuai dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Anambas, tinggi gelombang di perairan Anambas mencapai 3 meter. Sedangkan untuk Laut Cina Selatan, tinggi gelombang mencapai 4-5 meter.

“Sepertihalnya Natuna, Anambas juga sudah memasuki musim utara dan kecepatan angin berkisar dari 5-18 knot dari arah timur laut. Kondisi seperti ini, akan bertahan hingga beberapa hari kedepan. Sedangkan untuk puncak musim utara sendiri, berakhir pada Februari 2013 mendatang,” katanya.

Kondisi cuaca yang tidak menentu itu menyebabkan operator kapal penumpang mengambil sikap hati hati untuk memberangkatkan kapal seperti yang dilakukan Ferry VOC Batavia yang sempat menunda keberangkatan beberapa hari lalu. (gus).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar