Kamis, 18 Oktober 2012

Kepri Promosi FTZ BBK ke 35 Duta Besar Negara Asing


BATAM - Sebanyak 35 Duta besar negara sahabat hadir di Batam secara bersamaan untuk mengaji potensi ekonomi dan investasi yang bisa ditanamkan di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam, Bintan dan Karimun (FTZ-BBK). Dari kunjugan tersebut, beberapa Duta Besar yang membawa tim ekonominya menyatakan minat untuk investasi di BBK.

Staf Kementerian Luar Negeri Indonesia, Abdurahman M. Wahid mengatakan, kunjungan 35 Duta Besar secara bersamaan ke Batam untuk menghadiri Seminar bertajuk Diplomatic Tour 2012 in Riau Islands Province di Novotel, Sabtu (8/9).  Dalam seminar itu, Gubernur Kepri mempromosikan kawasan FTZ BBK supaya bisa dimanfaatkan para pengusaha dari 35 negara yang hadir tersebut untuk menanamkan modalnya.

“Kepri memiliki Banyak potensi ekonomi seperti kelautan, pariwisata, industri dan sebagainya yang layak untuk diperkenalkan kepada dunia internasional. Melalui seminar ini, mudah-mudahan para Dubes tersebut dapat menyampaikan informasi peluang berusaha di Indonesia agar semakin banyak investor asing yang menanamkan modalnya di BBK.

35 Dubes yang hadir antara lain, Zimbabwe, Brunei Darussalam, Irak, Iran, Timor Leste, Slovakia, Serbia, Ekuador, Bangladesh, Kroasia, Hongaria, Ceko, Peru, Rumania, Norwegia, Pakistan, Tunisia, Yaman, Paraguai, China, Nigeria, Siria, Vietnam, Afghanistan, Uzbekistan dan dubes sejumlah negara lainnya.
Mereka tertarik dengan status kawasan perdagangan bebas (FTZ), khususnya di Batam dan ingin mempelajari segala potensinya. Ajang ini pun dijadikan Pemerintah Provinsi Kepri untuk mempromosikan Kepri ke dunia internasional.

Abdurahman mengatakan, jumlah dubes yang datang ke Batam ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan dubes yang berkunjung ke provinsi lainnya. Agenda ini merupakan agenda rutin, di mana dubes akan berkeliling di Indonesia setiap tahun.

“Kalau di daerah lainnya, tidak sampai 35 negara yang datang. Batam ini memang punya daya tarik tersendiri. Banyaknya jumlah dubes yang datang ini menandakan ketertarikan setiap negara untuk lebih mengenal lebih jauh dan lebih dalam mengenai Batam,” kata Abdurahman.

Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan, dari kunjungan itu, sejumlah duta besar ada yang tertarik dengan potensi yang ada di Kepri, khususnya Batam. Misalnya Dubes Timor Leste dan Dubes Brunei Darussalam tertarik dengan industri pendukung minyak dan gas yang ada di Batam. Para dubes ini tertarik dengan peralatan seperti pipa dan pembuatan rig yang sudah dilakukan di Batam.

“Dubes dari dua negara itu mungkin akan mempromosikan Kepri kepada pengusaha di sana. Mereka selama ini kurang mengetahui perkembangan industri penunjang migas di Batam. Setelah mereka tahu mereka tertarik dan kemungkinan akan mempromosikannya ke pengusaha di sana dan ada kemungkinan mereka akan berinvestasi di Batam,” kata Sani.

Para Dubes juga mengadakan kunjungan BP Batam. Di sana pihak BP Batam memperkenalkan semua infrastruktur yang ditangani BP Batam untuk peningkatan investasi di Batam. Ketua BP Batam Mustofa Wijaya mengatakan kedatangan para dubes sangat berguna untuk peningkatan investasi di Batam.
Dalam pertemuan itu, Dubes Slovakia Stefan Rozkopal menyatakan Indonesia adalah prioritas tujuan investasi asal negara Eropa Timur tersebut untuk kawasan Asean. Beberapa sektor investasi yang diminati Slovakia, antara lain sektor energi, kendaraan, pertanian, dan lingkungan hidup. Untuk sektor energi, sebelumnya Slovakia sudah menunjukkan minatnya untuk berinvestasi di Batam. Slovakia berminat menanamkan investasi dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 x 60 MW di Batam dengan nilai investasi 185 juta dolar AS.

Proyek PLTU tersebut rencananya akan dikerjasamakan dengan PT Pembangunan Kota Batam (PKB) yang merupakan BUMD Batam. Rencana investasi itu merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara PKB dengan perusahaan Slovakia yang telah ditandatangani pada 12 Juni 2012 lalu di Bratislava, Slovakia, disaksikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Keuangan Pemerintah Slovakia. (gus).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar