Kamis, 18 Oktober 2012

Sebanyak 2.500 Prajurit TNI Latihan Tempur di Natuna



NATUNA – Sebanyak 2.500 Prajurit TNI  yang terdiri dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), dan Angkatan Laut (AL) akan berkumpul dan mengadakan latihan tempur gabungan di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau mulai Jumat (31/8) hingga 3 September 2012. Latihan ditujukan untuk meningkatkan profesionalitas prajurit TNI sekaligus menjaga wilayah perbatasan NKRI.

Komandan Distrik Militer 0318 Natuna, Letkol CZI Sujadi mengatakan, Latihan Gabungan tahun 2012 ini dikoordinir oleh Komando Cadangan Strategis TNI AD dan dalam latihan kali ini menerjunkan satu Batalyon infantri 330 Kostrad dengan masing-masing matras.

“Persiapan Latgab sudah ditentukan lokasinya di Ranai kota sampai desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna. Sementara lokasi latihan tempur laut, ditetapkan di kawasan sungai Sengiap, Desa Pengadah,” katanya, Kamis (30/8).

Pelaksanaan latihan tahap pertama akan dimulai tanggal 31 Agustus dan berakhir tanggal 3 September 2012, kemudian pada tanggal 4 September sampai 9 September mekanisme latihannya akan menerjunkan pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) TNI.

Selain latihan pertempuran darat katanya, dalam simulasi nanti juga dilaksanakan perebutan pangkalan TNI AU yang sudah dikuasi musuh. Untuk itu akan dilakukan penerjunan pasukan di pangkalan udara tersebut. Setelah pasukan infantri diterjunkan di pangkalan TNI AU, prajurit akan melanjutkan serangan darat ke wilayah musuh di desa Ceruk.

Sebagai persiapan latihan, kata Sujadi, TNI telah berkiris surat kepada pihak pemerintah daerah untuk memberitahukan rencana latihan perang tersdebut, selain itu, pemerintah kecamatan dan desa setempat juga diberitahukan untuk selanjutnya disampaikan kepada masyarakat terkait kegiatan tersebut.

Pemberitahuan kepada warga lokal perlu dilakukan agar masyarakat tahu di lokasi tersebut sedang dilakukan latihan perang sehingga hal hal yang tidak inginkan selama berlangsungnya latihan bisa dihindari. TNI sendiri tidak akan mengungsikan warga desa Ceruk pada saat latihan, karena dalam latihan itu menggunakan peluru kosong. (gus)
 
 

NATUNA – Sebanyak 2.500 Prajurit TNI  yang terdiri dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), dan Angkatan Laut (AL) akan berkumpul dan mengadakan latihan tempur gabungan di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau mulai Jumat (31/8) hingga 3 September 2012. Latihan ditujukan untuk meningkatkan profesionalitas prajurit TNI sekaligus menjaga wilayah perbatasan NKRI.

Komandan Distrik Militer 0318 Natuna, Letkol CZI Sujadi mengatakan, Latihan Gabungan tahun 2012 ini dikoordinir oleh Komando Cadangan Strategis TNI AD dan dalam latihan kali ini menerjunkan satu Batalyon infantri 330 Kostrad dengan masing-masing matras.

“Persiapan Latgab sudah ditentukan lokasinya di Ranai kota sampai desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna. Sementara lokasi latihan tempur laut, ditetapkan di kawasan sungai Sengiap, Desa Pengadah,” katanya, Kamis (30/8).

Pelaksanaan latihan tahap pertama akan dimulai tanggal 31 Agustus dan berakhir tanggal 3 September 2012, kemudian pada tanggal 4 September sampai 9 September mekanisme latihannya akan menerjunkan pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) TNI.

Selain latihan pertempuran darat katanya, dalam simulasi nanti juga dilaksanakan perebutan pangkalan TNI AU yang sudah dikuasi musuh. Untuk itu akan dilakukan penerjunan pasukan di pangkalan udara tersebut. Setelah pasukan infantri diterjunkan di pangkalan TNI AU, prajurit akan melanjutkan serangan darat ke wilayah musuh di desa Ceruk.

Sebagai persiapan latihan, kata Sujadi, TNI telah berkiris surat kepada pihak pemerintah daerah untuk memberitahukan rencana latihan perang tersdebut, selain itu, pemerintah kecamatan dan desa setempat juga diberitahukan untuk selanjutnya disampaikan kepada masyarakat terkait kegiatan tersebut.

Pemberitahuan kepada warga lokal perlu dilakukan agar masyarakat tahu di lokasi tersebut sedang dilakukan latihan perang sehingga hal hal yang tidak inginkan selama berlangsungnya latihan bisa dihindari. TNI sendiri tidak akan mengungsikan warga desa Ceruk pada saat latihan, karena dalam latihan itu menggunakan peluru kosong. (gus)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar