Selasa, 12 Februari 2013

Kejahatan di Selat Malaka Menurun



BATAM – Aksi kejahatan seperti perompakan, penyelundupan, pencurian ikan dan trafficking di Selat Malaka diketahui telah menurun setelah pemerintah mengintensifkan pengawasan dan peran inteligen di kawasan tersebut.

Panglima Komando RI Kawasan Barat, Laksamana Muda Sadiman mengatakan, Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran internasional yang sering terjadi aksi kejahatan seperti perompakan, pencurian ikan, penyelundupan dan perdagangan manusia atau trafficking. Aksi kejahatan tersebut dahulu sering terjadi karena luasnya wilayah dan kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh aparat baik itu dari Indonesia maupun Malaysia.

Untuk itu, pemerintah sejak beberapa tahun lalu telah mengintensifkan pengawasan di Selat Malaka dengan menambah armada kapal, personil dan juga mengintensifkan peran inteligen. Selain itu, juga telah dilakukan kerjasama dengan Malaysia untuk melakukan pengawasan bersama di Selat Malaka.

“Peran inteligen dalam pengawasan selat malaka terus ditingkatkan karena kalau hanya mengandalkan petugas patroli maka sulit untuk memberantas aksi kejahatan di selat malaka disebabkan luasnya kawasan itu,” katanya di Batam, Kamis (8/11).

Berkurangnya aksi kejahatan di Selat malaka juga disebabkan langkah Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam yang telah menempatkan 12 unit radar sistem pengawasan maritim atau Integrated Maritime Surveillance System dari Sabang hingga Batam, Kepulauan Riau yang diharapkan bisa efektif untuk mengamankan Selat Malaka.   

Penggunaan radar sistem pengawasan maritim tersebut dioperasikan hanya pada malam hari karena pada siang hari kapal-kapal yang melintas masih dapat dipantau oleh patroli keamanan laut (Patkamla). Penempatan radar tersebut dinilai efektif membantu pengawasan laut mengingat jumlah personil atau petugas yang melakukan patroli sangat minim.  (gus).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar