Selasa, 12 Februari 2013

PLN Tingkatkan Rasio Elektrifikasi



BATAM – PT PLN (Persero) akan meningkatkan rasio elektrifikasi nasional menjadi 100 persen pada tahun 2020 dari posisi saat ini yang hanya 71 persen, seiring tingginya pertumbuhan konsumsi listrik yang mencapai 8-10 persen per tahun.

Direktur Operasi Indonesia Barat PT PLN (Persero) Harry Jaya Pahlawan mengatakan, pertumbuhan konsumsi listrik di tanah air dinilai cukup tinggi dibanding negara tetangga yakni mencapai 8-10 persen. Kondisi itu menyebabkan PLN terus berupaya meningkatkan kapasitas daya untuk memenuhi permintaan tersebut. Namun, hingga saat ini baru 71 persen permintaan listrik yang bisa dipenuhi.

“Rasio elektrifikasi terus ditingkatkan, tahun ini sekitar 71 persen dan tahun 2019 diharapkan 95 persen dan tahun 2020 targetnya 100 persen,’ katanya, dalam jumpa pers Pameran dan Seminar Kelistrikan 2012 bertema "Menjalin Bisnis dan Peluang Investasi Kelistrikan Antar Negara ASEAN" di Batam, kamis (25/10).

Untuk mendorong rasio elektrifikasi nasional hingga mencapai 100 persen pada tahun 2020, PLN telah menyiapkan investasi cukup besar dan juga akan dilakukan inovasi  bidang kelistrikan. Misalnya dengan mempercepat proyek percepatan diversifikasi energi (PPDE) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 10.000 megawatt. Pada tahun ini, dari program percepatan pembangunan pembangkit listrik itu, sebanyak 3.100 megawatt akan menambah pasokan listrik untuk memperkuat sistem jaringan Jawa-Bali.

PLN juga akan berusaha menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan dengan mengoptimalkan aset dan sumber-sumber lokal yang ada seperti pembelian kelebihan tenaga listrik dan pembelian listrik dari pembangkit milik swasta yang tidak dimanfaatkan dan revitalisasi pembangkit.

Selain itu juga akan dilakukan penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik pada tahun 2012 mencapai 3.351 Megawatt. Penambahan kapasitas itu berasal dari mulai beroperasinya sejumlah pembangkit yang masuk dalam program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW tahap satu.

Sementara pada tahun 2011, PLN menambah kapasitas terpasang pada pembangkit listrik sebanyak 2.875 MW. Adapun pada tahun 2010 realisasi penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik dari program percepatan pembangkit listrik 10.000 MW tahap satu sebesar 300 MW.  (gus).
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar