Minggu, 14 Oktober 2012

RSUD Harus Miliki Akreditasi Internasional


BATAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) diharapkan memiliki akreditasi internasional dalam menghadapi persaingan global. Itu perlu dilakukan untuk menjamin mutu layanan pada masyarakat.

Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D mengatakan, Untuk menyiapkan persaingan global di industry kesehatan maka Pemerintah daerah sudah saatnya memiliki uji coba tersendiri untuk beberapa rumah sakitnya agar mendapat akreditasi internasional khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dengan demikian, mutu layanan kepada masyarakat bisa terjamin sehingga masyarakat tidak perlu ke luar negeri untuk memeriksa kesehatannya.

"Semua Rumah Sakit di dalam negeri hendaknya memiliki akreditasi internasional untuk menjamin mutu layanan kepada pasien,," katanya, di sela Rapet Kerja Nasional
Assosiasi rumah sakit daerah seluruh indonesia (Arsada) VII di Batam, Rabu (27/6).

Menurut Ali, masih banyak rumah sakit di dalam negeri yang tidak memiliki standar layanan maksimal disebabkan kurangnya anggaran. Untuk itu, Pemerintah Daerah harus berupaya membantu Rumah Sakit di daerahnya khususnya milik Pemda supaya meningkatkan mutu layanannya. Selain itu, peralatan Rumah Sakit juga harus dilengkapi agar penanganan kepada pasien bisa maksimal.

Upaya meningkatkan mutu layanan Rumah Sakit di daerah menjadi salah satu topic yang dibahas peserta Raker Arsadaa ke VII di Batam kali ini. Raker yang berlangsng dari 26 -29 Juni tersebut bertujuan untuk membahas permasalahan yang ada di lingkungan rumah sakit daerah (RSUD) dengan thema Thema entrepreneurship manajemen rumah sakit daerah menuju persaingan global. Hadir sebagai narasumber menteri BUMN Dahlan Iskan untuk memberikan materi entrepreneurship manajemen rumah akit daerah.

Ketua Umum Arsada Kuncoro Adi Purjanto mengatakan Rakernas Arsada ke VII merupakan agenda rutin tahunan untuk membahas permasalah rumah sakit daerah dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Pada Rakernas kali ini Arsada juga membahas tentang entrepreneurship manjemenm rumah sakit daerah dengan mengahdirkan narasumber menteri BUMN Dahlan Iskan,” kata Kuncoro.

Rumah sakit daerah kata Kuncoro sebagai badan layanan umum daerah (BLUD) tidak berperan sebagai birokrat tapi sebagai entrepreneurship untuk melayani masyarakat sengan semaksimal mungkin.

Saat ini terdapat 601 anggota Arsada dari berbagai RSUD se Indonesia. Dari 601 itu 50 persen sudah masuk kategori BLUD yang mempunyai tujuan dasar untuk mengutamakan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sementara itu, jumlah peserta yang hadir sebanyak 329 orang.

Wakil Gubernur Kepri, Suryo Respationo mengatakan, pola pelayanan kesehatan di RSUD selama ini banyak dihadapkan dengan berbagai masalah disebabkan keterbatasan yang dimiliki Rumah Sakit tersebut. Oleh karenanya, banyak masyarakat khususnya yang tergolong mampu justru berobat keluar negeri.  Untuk itu, pengelola Rumah Sakit Daerah sudah saatnya mulai memperbaiki dan meningkatkan mutu layanannya guna menghadapi persaingan global. (gus).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar